dipluk.com – Langkah besar dalam memajukan sebuah daerah tidak selalu harus dimulai dari meja birokrasi atau kucuran anggaran yang melimpah. Semangat kebersamaan tersebut kini digaungkan oleh anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Saiful Musta’in, yang memilih terjun langsung untuk menyalakan kembali mesin gotong royong di wilayah Cipari.
Melihat antusiasme pengurus desa serta Kelompok Sadar Wisata yang sedang bersiap menggelar “Nguri-uri Budaya & Gebyar UMKM” dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Saiful merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata. Ia meyakini bahwa langkah awal pembangunan desa wisata harus dimulai dengan membangun kepercayaan diri warga melalui aksi yang menyentuh sisi emosional masyarakat.
Maka, di hadapan para pegiat desa yang sedang giat merancang agenda perayaan tersebut, ia melontarkan sebuah inisiatif yang memantik semangat baru.
“Aku nyumbang lagu disit, ya!”
Ungkapan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan bentuk dukungan moral sekaligus branding awal untuk mengangkat potensi pariwisata daerah. Karya seni berupa lagu berjudul “Cipari Maju Lestari” ini sengaja dipersembahkan agar dapat menjadi identitas kuat sekaligus “nyawa” bagi kawasan tersebut saat menyambut pengunjung di masa depan.
Kekuatan Pikiran di Atas Batas Materi
Dalam membangun sebuah destinasi wisata, hambatan klasik yang sering dikeluhkan adalah keterbatasan dana operasional. Namun, pandangan tersebut dipatahkan dengan mengedepankan gagasan bahwa modal terbesar manusia bukanlah materi, melainkan akal dan pikiran yang telah diberikan sejak lahir.
Karya seni audio memang tidak berwujud lembaran uang tunai yang kasat mata. Akan tetapi, proses kreatif di balik penciptaannya membutuhkan ide murni yang nilainya tidak pernah nol.
Masyarakat setempat diajak untuk sadar bahwa inovasi dapat dimulai dari apa saja yang sudah tersedia di lingkungan sekitar. Kreativitas dan kerja keras warga merupakan fondasi utama yang nantinya akan menarik dukungan material serta rezeki secara berkelanjutan.
Seni dan Ekonomi Kreatif Sebagai Jantung Promosi
Peluncuran lagu anthem ini merupakan strategi jangka panjang dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Musik dan kebudayaan terbukti menjadi daya tarik utama yang memberikan memori berkesan di hati setiap pengunjung.
Sebuah karya seni yang kuat akan terus hidup dan berputar secara mandiri di berbagai platform media sosial. Hal ini berfungsi sebagai instrumen promosi gratis yang efektif untuk mengundang lebih banyak wisatawan datang berkunjung ke wilayah Cipari.
Membangun Kemandirian Melalui Kolaborasi Warga
Perjalanan panjang menuju kemandirian daerah menuntut keaktifan seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu berinovasi. Semangat ini akan diwujudkan dalam gelaran bertajuk Nguri-uri Budaya & Gebyar UMKM yang mengusung tema “Merawat Warisan Budaya, Menguatkan Ekonomi Desa”.
Acara yang akan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 29 sampai 30 Agustus 2026 mendatang di Ruang Terbuka Hijau Banyupanas Cipari ini, melibatkan berbagai kelompok seni lokal seperti Ebeg Satria Sejati, Ebeg Banaspati, dan Ebeg Turonggo Jati. Kolaborasi yang solid antara wakil rakyat dan warga membuktikan bahwa kerukunan serta semangat bersama adalah aset paling berharga. Langkah nyata dari Cipari ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain untuk terus berkarya tanpa harus menunggu uluran anggaran yang besar.



















