Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kisah Inspiratif

Kisah Wodeol, Mantan Supir Bus jadi Maestro Desain Logo dari Magelang

6
×

Kisah Wodeol, Mantan Supir Bus jadi Maestro Desain Logo dari Magelang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jalan aspal lintas provinsi sempat menjadi saksi bisu ketangguhan Muhammad Abdul Bar. Pria berusia 57 tahun ini menghabiskan waktunya di balik kemudi bus malam jurusan Magelang-Jakarta hingga truk tangki di belantara Kalimantan. Namun, deru mesin kini berganti dengan sunyinya ruang tamu di Dusun Demangan Timur, Desa Kaliabu, Salaman, Magelang. Di sana, pria yang akrab disapa Wodeol ini merajut asa melalui desain karyanya di layar komputer.

Keputusan besar diambilnya pada 2015. Wodeol memilih menanggalkan profesi sopir guna beralih sepenuhnya menjadi desainer logo perusahaan asing. Langkah yang sempat memicu sangkaan miring dari warga sekitar tersebut nyatanya berbuah manis. Dari keterampilan desain yang dipelajari secara mandiri, ia mampu mendirikan bangunan rumah kokoh dan mengantarkan kedua putrinya menempuh pendidikan tinggi di Akper dan UNS.

Example 300x600

Jejak Literasi Digital dari Bilik Warnet

Persinggungan Wodeol dengan dunia maya bermula dari rasa tidak cukup atas penghasilan sebagai pengemudi. Pencarian peluang kerja membawanya ke satu-satunya warung internet yang ada di Desa Kaliabu. Di tempat itulah, ia mulai mengenal media sosial hingga celah untuk mengikuti kontes desain internasional di tengah keterbatasan sarana.

“Dulu, satu-satunya sopir bus yang mempunyai medsos baru awal-awalnya FB. Baru saya, sekitar tahun 2010. FB masih barang istimewa,” kenang Wodeol saat berbincang di kediamannya, Senin (20/4/2026).

Kegigihannya berselancar di internet membuahkan hasil saat ia memenangkan sayembara desain logo untuk perusahaan otomotif asal Australia. Hadiah sebesar 300 dolar AS atau setara Rp 2,8 juta saat itu menjadi titik balik yang mengagetkan. Nilai tersebut jauh melampaui upah satu kali perjalanan pulang-pergi Magelang-Jakarta yang hanya menyisakan uang saku Rp 50 ribu bagi dirinya.

Diplomasi Uang di Bawah Meja

Kesuksesan pria lulusan SMA di Purworejo ini awalnya direspons sinis oleh lingkungan. Usia yang masih produktif namun hanya berdiam diri di rumah memunculkan desas-desus tidak sedap. Kecurigaan para tetangga akhirnya terjawab melalui pemandangan unik di ruang tamunya. Wodeol sengaja menaruh lembaran uang hasil kemenangan kontes di bawah meja komputer sebagai pembuktian nyata.

“Mereka datang ke sini, sering main. Yang intens bertanya, kemudian saya beritahu caranya. Saya waktu itu arogan. Setiap kali menang, saya ambil Rp 100 ribu. Saya taruh di bawah meja. Mereka pada heran, saya bukan pamer. Mereka tertarik ingin mendapatkan uang,” ungkapnya sembari menyeruput kopi.

Strategi tersebut berhasil. Satu per satu warga mulai belajar mendesain hingga identitas Kaliabu bergeser menjadi kampung desainer. Meskipun ia mengakui tidak memiliki basis data pasti mengenai jumlah warga yang masih bertahan, namun geliat ekonomi digital telah mengakar kuat di sana.

Bertahan di Tengah Persaingan Global

Kini, Wodeol menyandang predikat Platinum Designer dalam kompetisi Global 99designs. Pencapaian ini dianggapnya luar biasa mengingat latar belakang pendidikannya yang terbatas. Walau persaingan saat ini kian ketat, ia tetap mampu meraup pendapatan di atas upah minimum. Pada masa jayanya, ia bahkan pernah mengantongi 2.000 dolar AS dalam kurun waktu satu bulan, sebagaimana terekam dalam dokumentasi detikJateng.

“Pernah 2.000 dolar, saat itu per dolar sekitar Rp 15 ribu. Kalau sekarang sebulan sekitar 500 dolar sudah bagus karena banyaknya pesaing,” tambahnya.

Fenomena yang dialami Wodeol menunjukkan bahwa batasan geografis dan latar belakang profesi bukan lagi penghalang utama dalam ekonomi kreatif. Keberhasilan seorang mantan pengemudi bus menembus pasar internasional dari sebuah desa terpencil mengonfirmasi bahwa adaptasi teknologi yang tepat guna mampu mengubah struktur kesejahteraan masyarakat secara sistemik. Biaya kuliah dan dinding rumah yang berdiri tegak adalah bukti otentik dari ikhtiar di jalur digital.

 

Example 300250
Example 120x600